Minggu, 19 Juni 2016

Mau sampai kapan kita begini??? berada dalam dualisme pembimbingan yang berbeda tetapi seharusnya itu menjadi satu, karena kita berada dalam atap yang sama. apakah kalian tidak sadar bahwa hal ini hanya akan melahirkan kader-kader yang berbeda paham, padahal mereka berpedoman pada satu "Kitab" yang sama.

Mereka yang pada dasarnya tidak mengerti satu hal apapun dan kemudian di hadapkan dengan berbagai konflik dan menjadi satu diantara banyak yang menjadi boomerang !!!
Belum lagi ketika "rumah" yang seharusnya dibangun bersama dengan semangat kebersamaan juga harus menjadi boomerang, tidak kah anda melihat dampaknya dengan nyata?? ketika yang lain telah bergelut dengan masalah eksternalnya sedangkan kalian masih saja disibukkan dengan masalah internalnya yang telah di desain sedemikian rupa demi kepentingan kelompok tertentu....

Ketika saya mendengar perkataan seseorang yang kurang lebih seperti ini "Kalau kamu memang benar-benar mencintai rumahmu maka kesampingkanlah semua hal yang bisa membuat rumahmu jelek apalagi membuatnya menjadi hancur" seketika saya berpikir , apakah masih ada orang dirumah ini yang mempunyai pemikiran seperti orang tersebut, seseorang yang memiliki kesadaran bahwa telah begitu banyak hal yang rumah ini berikan keada dirinya, sehingga dia memiliki kesadaran untuk melakukan semua hal yang sanggup di kerjakan untuk melihat rumahnya tetap indah dan bisa terus berkembang !!!

Tidak pernahkah kalian bermimpi berada dalam satu pemahaman yang sama dan dengan semangat perjuangan yang begitu besar kita bersama-sama membangun rumah ini kembali sekaligus mengembalikan kejayaannya ^-^
 

KATANYA ROBOT PENGGERAK

Ku temui hal yang paling mengerikan dalam hidupku ! ketika aku tak bisa lagi berkompromi dengan situasi.......
sebuah situasi yang menggerakkan ku hingga mereka menyebutku ROBOT PENGGERAK !!!! Hidupku yang monoton , menulispun berulang kali hanya geleng-geleng kepala, bukankah itu tanda bahwa lelahku kini berada di titik maksimal????

saat ini situasi semakin enggan mengizinkan untuk sekedar menghirup udara nyata...
Ahhh... kenyataannya selama ini aku hidup di dalam tumpukan tekanan, bahwa betul selama ini keadaan tak pernah takut membodohiku, bahwa betul selama ini aku hanya kekenyangan pernyataan apologi. layaknya aku hanya menyuguhkan apa yang tuan-tuan inginkan. Aku hanyalah robot penggerak.

Hmmmm. Bahkan ketika aku tersadar situasi ternyata lebih banyak memegang kendali di banding diriku sendiri !
Ada apa dengan situasi yang semakin pahit saja???

mengapa kalian semakin menciptakan jalan buntu setelah kalian puas melepas satu kebodohan di atas pundak ku !!!

Mau seberapa menyakitkan sebuah kejadian, jika kita mempunyai hati selapang lautan, bila ditumpahkan racun paling mematikan se-kontainer sekalipun, tetap akan larut bahkan tidak terasa. Tetapi jika mempunyai hati sempit, maka satu tetes racun saja cukup membuat hidup 'binasa' sehari, seminggu, bahkan berbulan-bulan. satu hal yang perlu diterapkan dalam menjalani hidup "Melapangkan Hati" ...

Melapangkan hati sama halnya pekerjaan panjang, perlu latihan, berkali-kali jatuh bangun, dan jelas membutuhkan ilmu dan pemahaman baik . Tidak mengapa gagal, besok lusa tidak terasa hatinya sudah semakin luas !!!!

Minggu, 03 April 2016

Mampukah kalian????

sssssstttttt.....

Bahwasanya kekuranganmu tidak akan pernah bisa melemahkan hidupmu. Pada dasarnya yang melemahkan hidupmu adalah pendapatmu tentang dirimu sendiri.
Apa salahnya membangun persepsi diri yang benar???

Tidak bisa dipungkiri bahwa waktu bisa merubah bahkan melemahkan semuanya. Tapi apakah dengan berjalannya waktu kita sudah menjadi pribadi yang bijak????
Coba telisik,, karena cuma pribadi lah yang bisa merubah kualitas hidup seseorang !!! kalian punya tolak ukur...

Cobalah untuk tidak mengkerdilkan diri dan membelenggu dalam kemalasan !!!

hmmmmm...
Mampukah kalian menulis dipasir semua kesedihan agar angin membawanya pergi ??

Mampukah kalian mengukir dibatu semua kebaikan agar tak ada celah untuk dendam bersemayam ??

Dan adakah diantara kalian yang lebih paham dari selembar daun yang tak pernah membenci badai tanpa harus berteori ???

Minggu, 18 Mei 2014

BERNYANYI AUD "ANAK GEMBALA"


BERMAIN AUD "BERHITUNG DAN MENEBAK GAMBAR"


BERCERITA AUD "ULAR DAN KATAK"


KANCIL DAN KURA-KURA

Dongeng Binatang Kelinci yang Sombong dan Kura-Kura


Sebuah hutan kecil di pinggiran desa jadi tempat hidup sekelompok binatang. Di sana ada kelinci yang sombong dan suka mengejek binatang lain yang lebih lemah. Binatang lain seperti kura-kura, siput, semut, ulat, cacing, kupu-kupu tak ada yang suka pada kelinci sombong itu. Pada suatu saat si kelinci sombong berjalan dengan angkuh mencari korban untuk diejek. Kebetulan dia bertemu kura-kura. “Hei, kura-kura lambat! Kamu jangan cuma jalan dong. Belajarlah berlari biar cepat sampai, kata kelinci mencibir.
“Biar saja, jalanku memang lambat, tapi yang penting tetap selamat. Daripada cepat tapi jatuh dan terluka, lebih baik tetap selamat, jawab kura-kura. “Bagaimana kalau kita adu lari, ajak kelinci menantang. “Kalau kau menang, aku beri hadiah apapun yang kau minta, kata kelinci pongah. “Mana mungkin aku beradu cepat denganmu. Kamu kan bisa lari dan loncat, sedang aku-kan hanya bisa jalan pelan, karena terbebani rumahku ini, kata kura-kura tahu diri.
“Harus mau! Kamu tidak boleh menolak tantanganku. Besok pagi aku tunggu kamu di bawah beringin. Aku akan menghubungi srigala untuk jadi wasit, kata kelinci. “Awas kalau sampai nggak datang“ kata kelinci mengancam. Kura-kura hanya diam melongo. Dalam hati dia berkata, “Apa mungkin aku mengalahkan kelinci?
Keesokan harinya kelinci sombong sudah menunggu di bawah beringin. Srigala sudah datang untuk jadi wasit. Setelah kura-kura ada dan sejumlah binatang hadir jadi penonton, srigala berkata, “Peraturannya begini. Kalian balapan lari mulai dari garis di bawah pohon mangga itu, kata Srigala sambil nunjuk, “terus cepet-cepetan sampai di bawah pohon beringin ini. Yang nginjak garis duluan yang jadi pemenang. Semua yang hadir pun ngangguk-ngangguk.
Setelah semua siap, “Oke, satu.. dua.. tiga.. lari! kata srigala memberi aba-aba. Kelinci langsung meloncat mendahului kura-kura. Sementara itu kura-kura melangkah pelan karena rumahnya jadi beban. “Ayo kura-kura, lari dong..! teriak Kelinci dari kejauhan sambil mengejek. “Baiklah aku tunggu di sini ya, kata kura-kura mengejek. Kelinci pun duduk-duduk sambil bernyanyi, mengejek kura-kura yang sulit melangkah.
Karena angin berhembus pelan dan sejuk, tanpa disadari kelinci jadi ngantuk. Celakanya, tak lama kemudian kelinci pun tertidur. Penonton mengira kelinci hanya pura-pura tidur untuk mengejek kura-kura.
Meskipun pelan, kura-kura terus melangkah sekuat tenaga. Diam-diam dia melewati kelinci yang tertidur, terus melangkah dan. akhirnya mendekati garis finish. Tepat saat kura-kura hamper menginjak garis finish, kelinci terbangun. Dia sangat terkejut mendapati kura-kura sudah hampir mencapai finish. Sekuat tenaga dia berlari dan meloncat, mengejar kura-kura yang diejek dan disepelekannya. Namun apa daya, semuanya sudah terlambat. Kaki kura-kura telah menyentuh garis finish dan Srigala telah mengibarkan bendera finish saat kelinci masih berlari. Kura-kura jadi pemenang dan si kelinci sombong terdiam tak percaya. “Kenapa aku bisa tertidur ya? katanya menyesal.
“Nah, siapa yang menang? tanya kura-kura pada kelinci. “Ya, kaulah yang menang, jawab kelinci malu. “Kamu ingat kan? Kemaren kamu janji aku boleh minta hadiah apa pun bila menang lomba ini kan? Kata kura-kura mengingatkan. “Ya, pilih saja hadiah yang kau ingin, kata kelinci deg-degan. “Aku hanya minta satu hadiah dari kamu. Mulai sekarang kamu jangan sombong lagi, jangan mengejek, dan jangan ganggu binatang lain kata kura-kura. “Hanya itu?! kata kelinci terkejut. “Ya, itu saja. Kata kura-kura mantap. “Baik, aku berjanji tidak akan sombong lagi, tidak mengejek, dan aku minta maaf, kata kelinci disaksikan semua binatang.