Minggu, 18 Mei 2014
KANCIL DAN KURA-KURA
Dongeng Binatang Kelinci yang Sombong dan Kura-Kura
|
Senin, 12 Mei 2014
MEDIA ELEKTRONIK
Pengertian E-learning
E-learning merupakan singkatan
dari Elektronic Learning,
merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media
elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning
merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi. Beberapa ahli mencoba menguraikan
pengertian e-learning menurut versinya masing-masing, diantaranya :
Ø Jaya Kumar C. Koran
(2002) e-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang
menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan
isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan.
Ø Dong (dalam Kamarga,
2002) e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui
perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan
kebutuhannya.
Ø Rosenberg (2001) menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi
internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan
Ø Darin E. Hartley
[Hartley, 2001]eLearning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang
memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media
Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.
Ø LearnFrame.Com dalam
Glossary of eLearning Terms [Glossary, 2001] eLearning adalah sistem
pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar
mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone.
E-learning dalam arti
luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik
(internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal
misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan
tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati
pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri).
Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi
dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya atau pembelajaran jarak
jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya
perusahaan konsultan) yang memang bergerak dibidang penyediaan jasa
e-learning untuk umum.
E-learning bisa juga
dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya
melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi
dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan
atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut
biaya).
Manfaat E-learning
Bagi Pembelajaran
1). Lebih mudah mendapatkan materi atau info
Jika kita menggunakan sistem pembelajaran berbasis
e-learning, kita akan lebih mudah untuk mencari dan mendapatkan materi atau
info. Tinggal ketik apa yang kita cari, tunggu sebentar, kita langsung dapat
materinya.
2). Bisa mendapatkan materi yang lebih banyak
Kita bisa mendapatkan banyak sekali materi, tidak
hanya dari dalam negeri, bahkan kita bisa mencari materi yang berasal dari luar
negeri yang tentunya akan menambah wawasan bagi kita dan juga bisa untuk meningkatkan
hasil belajar kita.
3). Pembelajaran lebih efektif dan efisien waktu
dan tenaga
Jika ada tugas, kita bisa mencari bahan yang kita
butuhkan dengan cepat. Tidak harus ke sana ke mari untuk mendapatkan bahan yang
kita butuhkan. Tinggal duduk di depan komputer atau laptop, lalu cari yang kita
butuhkan. Setelah itu, susun tugasnya dan selesai.
4). Dapat berinteraksi langsung dengan siapapun
Seorang mahasiswa bisa saja bertanya pada temannya
materi apa yang diajarkan hari ini atau tugas apa yang diberikan, jika hari itu
dia tidak bisa berangkat karena suatu alasan. Dia juga bisa bertanya langsung
pada dosennya apa materi yang diajarkan tadi atau tugas apa yang diberikannya.
Dalam berinteraksi, dia bisa menggunakan media tulisan. Dia mengetik apa yang
akan dibicarakan atau ditanyakan kemudian dikirim ke alamat yang dituju. Dia
juga bisa berinteraksi langsung, bisa bertatap muka dan berbicara langsung
dengan orang yang diajak bicara. Karena kemajuan teknologi, sekarang hal itu
bisa terjadi dengan alat yang bernama webcam.
5). Bisa tahu materi atau tugas lebih awal
Mahasiswa bisa melihat jadwal atau tugas yang
diberikan oleh dosennya yang sudah di upload. Jadi, mahasiswa sudah tahu apa
yang akan dilakukan hari ini dan dapat mempersiapkannya lebih awal.
Tiga kriteria dasar yang ada dalam E-learning
a.
E-learning
bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan
atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan
informasi.
b.
E-learning
dikirimkan kepada pengguna melalui komputer dengan menggunakan standar
teknologi internet. CD ROM, Web TV, Web Cell Phones, pagers, dan alat bantu
digital personal lainnya.
c.
E-learning
terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling luas, solusi pembelajaran yang
mengungguli paradikma tradisional dalam media pembelajaran.
Uraian di atas menunjukan bahwa
sebagai dasar dar E-learning adalah pemanfaatan teknologi internet.
Jadi E-learning merupakan bentuk pembelajaran konvensional yang dituangkan
dalam format digital melalui teknologi internet. Oleh karena itu E-learning
dapat digunakan dalam sistem pendidikan jarak jauh dan juga sistem pendidikan
konvensional.
Fungsi E-Learning Sebagai Media
Pembelajaran
Bahasa Indonesia
E-learning merupakan pemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi untuk melakukan transfer ilmu pengetahuan,bukan hanya meliputi
online learning, virtual learning, web-based learning melainkan juga termasuk
di dalamnya pembelajaran yang menggunakan teknologi komputer baik secara online
maupun offline.
Terdapat dua model pengembangan e-learning, yakni
synchronous e-learning dan asynchronous e-learning.
Penggunaan e-learning sebagai media pembelajaran untuk
menunjang pelaksanaan proses belajar Bahasa Indonesia, diharapkan dapat
meningkatkan daya serap dari siswa atas materi yang diajarkan; meningkatkan
partisipasi aktif dari siswa; meningkatkan kemampuan belajar mandiri siswa;
meningkatkan kualitas materi pendidikan dan pelatihan, meningkatkan kemampuan
menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi. Dengan perangkat
biasa sulit untuk dilakukan; memperluas daya jangkau proses belajar-mengajar
sedangkan menggunakan jaringan komputer, tidak terbatas pada ruang dan
waktu.
Ada beberapa strategi pengajaran yang dapat diterapkan
dengan menggunakan teknologi e-learning sebagai media pembelajaran
pada mata pelajaran bahasa Indonesia adalah sebagai berikut :
Learning by doing. Simulasi belajar dengan melakukan apa yang hendak
dipelajari; contohnya adalah Menampilkan sebuah video drama yang akan
diperagakan oleh siswa pada pembelajaran drama
Incidental learning. Mempelajari sesuatu secara tidak langsung. Tidak semua hal
menarik untuk dipelajari, oleh karena itu dengan strategi ini seorang siswa
dapat mempelajari sesuatu melalui hal lain yang lebih menarik, dan diharapkan
informasi yang sebenarnya dapat diserap secara tidak langsung. Misalnya
mempelajari bahasa daerah di Indonesia dengan cara melakukan “perjalanan maya”
ke daerah-daerah tersebut.
Learning by reflection. Mempelajari sesuatu dengan mengembangkan ide/gagasan
tentang subyek yang hendak dipelajari. Siswa didorong untuk mengembangkan suatu
ide/gagasan dengan cara memberikan informasi awal dan aplikasi akan
“mendengarkan” dan “menyimak” memproses masukan ide/gagasan dari siswa untuk
kemudian diberikan informasi lanjutan berdasarkan masukan dari siswa. Contoh
video tentang informasi tentang binatang buaya terbesar di
dunia,siswa dapat menulis kembali dalam bentuk sebuah tulisan tentang
binatang buaya tersebut
Case-based learning. Mempelajari sesuatu berdasarkan kasus-kasus yang telah
terjadi mengenai subyek yang hendak dipelajari. Siswa dapat mempelajari suatu
materi dengan cara menyerap informasi dari nara sumber yang memberi materi
tersebut. Contoh tentang penjelasan mengenai penulisan puisi.
Learning by exploring. Mempelajari sesuatu dengan cara melakukan eksplorasi
terhadap subyek yang hendak dipelajari didorong untuk memahami suatu materi
dengan cara melakukan eksplorasi mandiri atas materi tersebut. Siswa
diposisikan dalam sebagai seseorang yang harus mencapai tujuan/sasaran dan
aplikasi menyediakan fasilitas yang diperlukan dalam melakukan hal tersebut.
Siswa kemudian menyusun strategi mandiri untuk mencapai tujuan tersebut.
Misalkan video cerita tentang seorang tokoh, siswa mengekpresikan
karakter tokoh tersebut.
Faktor yang menjadi pertimbangan
penggunaan pembelajaran elektronik sebagai media pembelajaran bahasa
Indonesia sebagai berikut :
a.
Relevansi
pengadaan media pendidikan edukatif
b.
Kelayakan
pengadaan media pendidikan edukatif
c.
Kemudahan pengadaan
media pendidikan edukatif
Media pembelajaran elektronik dipilih berdasarkan
tujuan instruksional yang telah ditetapkan baik dari segi kognitif, afektif,
dan psikomotor. Keterpaduan (validitas).Media pembelajaran elektronik
mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip atau
generalisasi.sebagai media yang terbaik. Sehingga guru dapat memilih media yang
ada, mudah diperoleh dan mudah dibuat sendiri oleh guru. Media pembelajaran
Elektronik dapat digunakan dimanapun dan kapanpun dengan peralatan yang ada di
lingkungan sekitarnya, dan mudah dibawa dan dipindahkan ke mana-mana. Mutu
teknis. Pengembangan visual baik gambar maupun fotograf dapat memenuhi
persyaratan teknis. Media pembelajaran elektronik dapat digunakan sesuai dengan
taraf berfikir siswa. Media pembelajaran elektronik dapat menunjang dan
membantu pemahaman siswa terhadap pelajaran Bahasa Indonesia sehingga proses
pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan pembelajaran
yang ingin dicapai.
Manfaat ICT Dalam PAUD
v MANFAAT
INTEGRASI ICT DALAM LINGKUP PAUD
Manfaat ICT dalam pendidikan anak usia dini adalah
untuk menciptakan generasi-generasi yang lebih unggul dan juga nantinya mampu
bersaing tinggi kelak ketika mereka dewasa. Hal ini dikarenakan anak usia dini
merupakan masa golden age . dimana terbentuknya pertumbuhan dan perkembangan
otak pada masa-masa usia dini sekitar 0-8 tahun mencapai 80% pertumbuhan dan
perkembangan pada otak manusia . ibaratnya sebuah spon mereka mampu dan cepat
menyerap ilmu atau apapun yang mereka terima yang di berikan lingkungannya.
ICT juga
bermanfaat pada pembelajaran anak usia dini yaitu mengenalkan teknologi
informasi dan komunikasi dan untuk memudahkan anak usia dini dalam membantu
proses belajar dengan cara yang menyenangkan , kreatif , imaginative dengan memakai ICT sebagai
sumber belajar.
Anak usia dini sangat cepat dan
mudah sekali belajar seraya bermain maka sebagai pendidik anak usia dini .
tidak boleh melupakan pengawasan dalam pembelajaran yang menggunakan sumber
belajar ICT agar anak tidak jauh melenceng dari pengenalan pembelajaran yang
kita harapkan pada tujuan semula menjadikan ICT sebagai sumber belajar yang
cocok dan pantas bagi anak usia dini . karena selain ICT memiliki dampak
positif dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam belajar. Juga
memiliki dampak negative jika kita kurang ataupun lengah terhadap pengawasan
dalam pembelajaran yang menggunakan ICT . oleh karena itu hendaknya segala
sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan pembelajaran ICT , anak perlu
pengawasan dan pembelajaran yang seimbang dengan jiwa dan kebutuhan
pembelajaran , sehingga anak ataupun peserta didik tidak salah menggunakan
pemanfaatan perkembangan teknologi pembelajaran.
v
Contoh – contoh pembelajaran ICT dalam lingkup
paud
-
Games- games yang ada dalam komputer seperti
puzzle , tanpa di
sadari anak telah belajar mengenal gambar melalui penyusunan gambar yang telah
di acak letaknya.
-
Dengan mengoperasikan komputer maka anak dengan sendirinya
akan mengingat tahap-tahap dalam mengoperasikan komputer tersebut .
-
Keterkaitan ICT Dalam Lingkup PAUD
1). Keterkaitan ICT dengan PAUD
Anak
usia dini (0-8 tahun) adalah masa dimana pertumbuhan dan perkembangannya sangat
peka. Perkembangan otak sangat pesat pada saat ini, bahkan mencapai 80% pada
pada usia 5 tahun. Ibarat spons, ia akan cepat menyerap apapun yang diterima
dari lingkungannya. Namun begitu kita juga diharapkan mengetahui karakter atau
tugas perkembangan pada masa ini. Ia akan mudah belajar dalam suasana bermain,
menyenangkan dan tanpa tekanan.Itulah sebabnya dikatakan dunia anak adalah
dunia bermain.
Teknologi
Informasi adalah bentuk teknologi yang tidak dapat dielakkan saat ini, termasuk
pada anak-anak. Playstation, Handphone, Game online adalah contoh teknologi
yang menggunakan progam komputer, dimana anak tidak dapat menghindarinya.
Pembelajaran
TIK di perlukan agar anak dapat terarah dalam menggunakan atau memanfaatkan
TIK. TIK pada PAUD harus memperhatikan aspek-aspek perkembangan, seperti moral,
sosial emosi, bahasa, seni seperti yang ada pada Kurikulum PAUD itu sendiri.
Pembelajaran TIK pada PAUD bisa di berikan pada sentra Tekonologi atau pada
tema aalat Komunikasi. Namun untuk TIK sendiri, pengenalan komputer juga perlu
diberikan pada anak usia dini.
Dampak TIK utuk Anak
Dari
hasil penelitian, ternyata pembelajaran komputer mempunyai dampak positif
terhadap perkembangan anak. Meskipun demikian menurut penulis TIK adalah
sebagai sarana dalam mempermudah atau membantu pekerjaan manusia. Disamping TIK
mempunyai manfaat namun tak sedikit juga efek negatif. Adapun dampak positif
TIK bagi anak antar lain :
- Belajar menjadi menyenangkan dengan tampilan multimedia. Anak tidak merasa jenuh dan tidak merasa terbebani. Bahkan anak akan merasa tertantang untuk mencoba lagi dan tidak mudah menyerah bila soal atau tugas yang harus dilalui di kemas dalam bentuk permainan.
- Komputer ternyata efektif untuk membangkitkan motivasi dan keingin tahuan yang tinggi pada anak. Dan hal ini sangat berbeda ketika kita melakukan pembelajaran dengan metode konvensional semacam ceramah atau pemberian tugas.
- Anak akan merasa lebih percaya diri dan bersemangat jika ia berhasil membuat proyek, menggunakan media komputer. Guru atau pendamping sebaiknya memcetak (print out) dan mengumpulkan sehingga anak merasa bangga dan berkeinginan untuk bereplorasi lagi.
Dampak Negatif ICT :
- Banyak situs-situs atau tampilan yang tidak pantas untuk anak, sehingga pendampingan orang tua mutlak diperlukan. Gunakan filter agar anak tidak dapat mengakses web yang tidak layak untuk anak Letakkan komputer di ruang keluarga atau tempat dimana semua orang atau anggota keluarga dapat melakukan kontrol.
- Games dapat membuat anak menjadi keblabasan dan tidak mengenal waktu. Ia bisa berjam-jam duduk di depan komputer. Hal ini tidak baik untruk kesehatan mata maupun dampak sosialisasi anak dengan sekitarnya. Buat jadwal kapan anak boleh bermain menggunakan komputer,sehigga kehidupannya lebih berimbang.
- Meskipun kita dapat mengakses berbagai informasi melalui komputer dalam hal ini internet, tapi tidak semua informasi tersebut akurat.Sehingga kita juga perlu lebih selektif dan berhati-hati.
2). Fungsi dan
Peran ICT dalam Lingkup PAUD
Ø FUNGSI
Dalam Era globalisasi sekarang ini, pemerintah sedang
menggalakkan pentingnya pendidikan anak usia dini. Untuk menciptakan
generasi-generasi yang lebih unggul, juga nantinya mampu bersaing tinggi kelak ketika
mereka dewasa dan juga tidak melupakan nilai-nilai moral dan budaya bangsa
Indonesia. Karena anak usia dini merupakan masa golden age. Dimana terbentuknya
pertumbuhan dan perkembangan otak pada masa-masa usia dini sekitar 0-8 tahun
mencapai 80% pertumbuhan dan perkembangan pada otak manusia. Ibaratnya sebuah
spon mereka mampu dan cepat menyerap ilmu atau apapun yang mereka terima, yang
diberikan lingkungannya pada masa pertumbuhan dan perkembanganya.
Akan tetapi kita tidak boleh melupakan tugas dan hak
kewajiban anak yaitu bermain sambil belajar. Karena dengan suasana bermain
seraya belajar tidak membuat anak merasa ditekan ataupun tertekan pada situasi
dan kondisi mereka yang sedang mempelajari diri dan juga lingkungannya.
Melainkan anak akan mendapat kemudahan pada proses belajar dalam suasana
bermain, yang menyenangkan dan tanpa tekanan. Itulah sebabnya dikatakan dunia
anak adalah dunia bermain.
Tidak
bisa kita pungkiri dalam segala bidang TIK sudah menjadi kebutuhan
pokok pada kehidupan kita. Termasuk dalam dunia pendidikan. TIK memiliki peran
penting dalam sarana dan prasarana pembelajaran. Tujuan pembelajaran TIK pada
anak usia dini adalah mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk
memudahkan anak usia dini dalam membantu proses belajar dengan cara yang
menyenangkan, kreatif, imaginative dengan memakai TIK sebagai sumber belajar,
seperti CD interaktif yang kini semakin banyak berkembang dalam modifikasi isi
dari pembelajarannya. Contohnya : belajar berhitung, belajar membaca, mengenal
huruf, mengenal warna, geometri, bentuk, juga mengenal lingkungan,binatang dan
tumbuh-tumbuhan serta lain-lainnya. Ada pula games-games yang menyenangkan
anak-anak tetapi juga syarat dengan pembelajaran seperti puzzle huruf. Sehingga
yang tanpa disadari anak, mereka belajar banyak mengenal kosakata dalam bahasa
inggris. Tau bagaimana berhitung. Yang pada masa sekarang ini banyak orang tua
memaksakan anak belajar tanpa memikirkan kebutuhan dan hak dalam dunia anak
yaitu bermain. Dengan adanya sarana dan prasarana TIK sebagai sumber belajar
menjadikan pembelajaran menjadi lebih atraktif juga kreatif. Membuat anak
menjadi lebih tertantang untuk bermain sambil belajar.
Anak-anak
usia dini sangat cepat dan mudah sekali belajar seraya bermain, yang terkadang
kita sebagai orang tua atau juga sebagai pendidik anak usia dini. Tidak
boleh melupakan pengawasaan dalam pembelajaran yang menggunakan sumber belajar
TIK. Agar anak-anak tidak jauh melenceng dari pengenalan pembelajaran yang kita
harapkan pada tujuan semula menjadikan TIK sebagai sumber belajar yang cocok
dan pantas bagi anak usia dini. Karena sebagai mana kita tau. selain TIK
memiliki dampak positif dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam
belajar, juga memiliki dampak negative jika kita kurang ataupun lengah terhadap
pengawasan dalam pembelajaran yang menggunakan TIK. Oleh karena itu hendaknya
segala sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan pembelajaran TIK, anak perlu
pengawasan dan pembelajaran yang seimbang dengan jiwa dan kebutuhan pembelajaran,
sehingga anak ataupun peserta didik tidak salah menggunakan pemanfaatan
perkembangan teknologi pembelajaran.
Ø PERAN
a). TIK sebagai
Sumber Belajar
Sebagai sumber belajar, TIK dapat memberi layanan
cepat-murah, menjawab kebtuhan informasi, menyediakan informasi
terbaru/terkini. Dengan TIK, kita dapat meninggalkan kebiasaan satu
sumber belajar, artinya guru bukan lagi menjadi satu-satunya sumber
belajar bagi siswa, tetapi hanya menjadi fasilitator dalam menyediakan berbagai
fasilitas penunjang belajar bagi siswa yang memungkinkan siswa dapat
bereksplorasi dengan lingkungan sekitarnya. Dengan TIK
siswa menggunakan ANEKA sumber belajar, artinya menjadikan TIK
sebagai salah satu referensi dalam belajar sehingga siswa dapat dengan mudah
memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan dalam belajar. Namun, guru harus
tetap mengatur efektifitas penggunaan TIK (internet), artinya
siswa disiapkan untuk menggunakan teknologi dengan tepat dan sesuai kebutuhan.
Di sini guru harus tegas memberi batasan kepada siswa dalam mencari sumber
belajar di internet.
b). TIK
sebagai Media Belajar
Dalam merancang media berbasis TIK, guru harus dapat
mengupayakan adanya kedekatan antara visualisasi antara pesan verbal dan
ilustrasi yang digunakan agar lebih mudah dipahami anak. Ada beberapa prinsip
penggunaan media, yaituKesederhanaan, artinya media yang digunakan tidak
perlu mewah tetapi harus didesain secara hati-hati mengandung makna dari pesan
yang hendak disampaikan. Keutuhan, artinya dalam membelajarkan sesuatu
kepada anak harus dimulai dari satu kesatuan yang utuh baru ke bagian-bagian
tertentu, agar pesan yang disampaikan lebih bermakna atau berarti bagi
anak. Keseimbangan,hal ini menjaga agar perhatian anak tetap fokus pada
pesan apa yang mau kita sampaikan, karena ketidakseimbangan gambar dapat
mengalihkan perhatian siswa. Ketegasan, artinya harus ada teknik dalam
memberi penekanan pada bagian tertentu. Misalkan dengan memberi warna tertentu
pada kata-kata tertentu yang merupakan pesan khusus yang mau disampaikan
Ø Peran
TIK dalam meningkatkan profesionalisme pendidik diantaranya:
1. TIK membantu guru menjalankan fungsinya sebagai fasilitator pembelajaran.
2. TIK membantu guru mewujudkan model-model pembelajaran yang interaktif, inovatif dan kreatif.
3. TIK menjadikan proses pembelajaran lebih efektif dan efisien.
4. TIK mempermudah guru mencapai kemampuan dasar sebagai seorang pendidik.
5. TIK membantu guru menciptakan sistem pembelajaran yang mandiri.
1. TIK membantu guru menjalankan fungsinya sebagai fasilitator pembelajaran.
2. TIK membantu guru mewujudkan model-model pembelajaran yang interaktif, inovatif dan kreatif.
3. TIK menjadikan proses pembelajaran lebih efektif dan efisien.
4. TIK mempermudah guru mencapai kemampuan dasar sebagai seorang pendidik.
5. TIK membantu guru menciptakan sistem pembelajaran yang mandiri.
Langganan:
Komentar (Atom)